Terpercaya, Inovatif, Kreatif

Lima mahasiswa IPB, yaitu Ari Try Purbayanto, Riza Aris Apriady, Kamalita Pertiwi, Galih Nugroho, dan Catherine Haryasyah, telah membuat mi instan berbahan baku dari jagung. Tak sekadar membuat mi instan biasa, mereka juga memperkaya mi jagung tersebut dengan berbagai mineral penting yang dibutuhkan ibu hamil dan menyusui.

Proses pembuatan mi jagung hasil formulasi para mahasiswa Departemen Ilmu dan teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor ini tak jauh berbeda dengan mi instan dari tepung terigu, seperti pencampuran bahan, pembentukan, penggorengan, dan pendinginan sebelum dikemas menjadi mi instan. Namun, proses produksi mi jagung memang sedikit lebih panjang daripada mi berbahan baku gandum karena memerlukan beberapa tahap tambahan.

Dalam pembuatan mi instan dari gandum, misalnya, tepung terigu dicampur dengan bahan lain seperti pengawet dan pewarna buatan sebelum dibentuk menjadi lembaran dan digiling. Mi yang sudah terbentuk kemudian digoreng, didinginkan, dan siap dikemas.

Untuk menghasilkan mi instan dari jagung, Galih dan timnya mengubah butir jagung menjadi tepung sebelum dicampur dengan bahan lain. Berbeda dengan mi instan dari gandum, pembuatan mi dari jagung sama sekali tak menggunakan pewarna buatan karena jagung sudah memiliki zat warna alami, yaitu betaxantofil, yang memberi warna kuning yang khas pada jagung.

Bahan mi jagung yang telah tercampur kemudian dikukus sebelum memasuki tahap ekstrusi. Teknologi ekstrusi ini biasa digunakan dalam proses pembuatan pasta, yaitu pengolahan adonan dengan uap panas dan tekanan dan diakhiri dengan penggilingan atau pencetakan. Mi mentah yang telah terbentuk menjadi helaian panjang itu kembali dikukus sebelum digoreng dan didinginkan menjadi mi jagung instan.

“Latar belakang ide penelitian tim peneliti berangkat dari tingginya angka kematian ibu hamil di Indonesia. Tim kemudian mengembangkan mi instan dari jagung instan yang dilengkapi dengan zat gizi mikro yang dibutuhkan selama masa kehamilan.” Kata Kamalita Pertiwi. “Kami menambahkan zat gizi mikro yang diperlukan selama masa kehamilan seperti folate, zinc, zat besi, vitamin A, dan iodine ke dalam produk ini,” kata Galih dalam konferensi pers yang diadakan Nutrifood di Jakarta.

Penelitian mi berbahan baku jagung sebenarnya bukan barang baru. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB sudah merintis pengembangan mi jagung sejak empat tahun lalu, lewat program RUSNAS dari Kementerian Riset dan Teknologi. “Tapi, penelitiannya baru berupa mi kering dan basah dari jagung,” kata Galih. “Kami melakukan inovasi dan reformulasi menjadi mi jagung instan.”

Purwiyatno Hariyadi, Direktur Southeast Asian Food Science and Technology (SEAFAST) Center sekaligus dosen pembimbing tim mahasiswa IPB, menyatakan pada prinsipnya mi dapat dibuat dari berbagai macam tepung, baik jagung, ubi, ataupun singkong. “Mi dari sumber lokal bisa dibuat dari apa saja, tak hanya jagung,” katanya. Bihun pun bukan terbuat dari tepung gandum, melainkan tepung beras. Namun, tentunya mi jagung berbeda dengan mi gandum atau mi singkong.”

“Varietas yang bagus untuk dibuat mi adalah jagung hibrida,” ujar Galih. “Varietas lain juga bisa dibikin mi, tapi hasilnya kurang bagus dibandingkan varietas hibrida karena warnanya jadi lebih cokelat.”

Warna mi yang kuning cerah memang menjadi target tim mahasiswa IPB ini. Alasannya, persepsi masyarakat mengidentikkan mi dengan warna kuning. “Kalau orang melihat warnanya sudah jelek, nggak mungkin mau makan,” ujarnya. “Soal rasa memang agak berbeda, masih berasa jagungnya, tapi secara umum, rasanya agak tawar sehingga cocok dengan berbagai varian rasa.

Harga pembuatan mi jagung instan ini memang sedikit lebih tinggi, kata Ari, tapi itu terjadi karena masih dalam skala laboratorium. “Tapi masih bersainglah kalau dibuat secara massal,” kata Ari.

Untuk menghasilkan mi jagung instan ini, Galih dan teman-temannya harus berulang kali bereksperimen untuk mencapai formula yang tepat. Mereka menyatakan mi jagung ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. “Mungkin ada proses yang masih kurang atau bolong sehingga harus dilengkapi lagi dan diperluas jenis varietas jagung yang dicoba,” kata Galih.

Juara III Dunia

Inovasi produk ini meraih juara III Kompetisi Inovasi Pangan Tingkat Dunia yang diselenggarakan oleh perkumpulan ahli teknologi pangan dunia di Anaheim, California, AS pada tanggal 8 Juni 2009.

Pada ajang itu, pemenang pertama ialah mahasiswa Master (S2) dari Universitas Wageningen, Belanda yang mengusung judul “Sormite” (bubur sorgum dan serangga), juara kedua adalah mahasiswa dari Universitas Pretoria, Afrika Selatan yang membawa produk makanan pendamping ASI (air susu ibu) dari labu.

Wakil Indonesia dalam ajang itu harus berjuang keras karena kompetisi diikuti oleh 16 tim dari berbagai negara dunia seperti China, Italia, Afrika Selatan, Belanda, Lebanon, dan lain sebagainya.

“Tentu saja prestasi itu sangat membanggakan, tidak saja bagi IPB, namun juga untuk bangsa Indonesia karena generasi mudanya mampu mengukir prestasi di tingkat dunia,” kata Juru Bicara IPB Ir Henny Windiarti, MSi dalam penjelasan kepada ANTARA di Bogor. (JA)

About these ads

Comments on: "Mi Instan Berbahan Jagung" (2)

  1. Gemz Wardh said:

    Adakah cara bagi saya untuk bisa berhubungan dengan mereka?melalui FB, blog, YM, atau semacamnya?

    saya mahasiswa THP UB yg sedang melakukan penelitian berkaitan dengan Mie…

    Terima kasih. mohon bantuannya.

  2. maaf..admin LOGIS berubah. dan berhubung penulis tulisan di atas adalah senior logis dan beliau mengatakan bahwa ketika menulis artikel tersebut tidak dari sumbernya langsung hanya dari link tertentu. jadi maaf kami tidak tahu cara menghubunginya bagaimana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: