Terpercaya, Inovatif, Kreatif

Sudah 63 tahun lebih negara Indonesia ini menikmati indahnya kemerdekaan. Banyak prestasi yg sudah ditorehkan negara ini dalam berbagai bidang, tidak terkecuali bidang pendidikan, salah satu prestasinya adalah menduduki peringkat ke-62 dari 130 negara di dunia yang dilaporkan oleh PBB. Apakah ini adalah suatu peringkat yang baik atau ini merupakan suatu hal yang mengecewakan? Semua tergantung dari sudut pandang anda dalam melihat hal tersebut. Satu hal yang pasti harapan bangsa indonesia ke depan adalah dapat meningkatkan prestasinya tersebut

Sekarang mari kita tilik sejenak bagaimana kondisi pendidikan di negara yang konon merupakan negara dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia, Finlandia. Finlandia tidak mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka pun lebih sedikit, hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finnlandia, siswanya menghabiskan 50 jam perminggu untuk sekolah.
Kunci penting pendidikan finlandia terletak pada kualitas gurunya. Guru-guru Finlandia adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai terbukti dengan banyaknya minat lulusan sekolah menengah terbaik yang mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima.

Dengan kualitas mahasiswa yang baik, pendidikan dan pelatihan guru yang berkualitas tinggi tak salah jika kemudian guru-guru di Finlandia memiliki kualitas yang tinggi pula. Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Tidak seperti negara-negara lain yang percaya bahwa ujian dan testing bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. “Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian” ungkap seorang guru di Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian.

Siswa-siswa di sana sudah diajarkan untuk mengevaluasi dirinya sendiri sejak pra TK. hal ini membantu para siswa belajar bertanggungjawab terhadap pekerjaan mereka sehingga mereka dapat bekerja lebih bebas. Selain itu, siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha MENCARI SENDIRI informasi yang mereka butuhkan. “Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini guru tidak mengajar dengan metode ceramah” Kata Tuomas Siltala, salah seorang siswa sekolah menengah.

Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai oleh siswa.

Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan yang dianggap hanya akan membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa yang dianggap terbaik di kelasnya.

gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi menjadi kehebatan sistem pendidikan di finlandia. Kata seorang guru “Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya!” Benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab.

Faktor penunjang lain yang tidak kalah penting ialah anggaran pendidikan di finlandia sedikit lebih tinggi daripada rata-rata negara eropa lainnya (sekitar 5.200 euro atau Rp.70juta untuk setiap siswa per tahunnya), sehingga tidak heran kalau pendidikan di sana mulai dari tingkat yang paling rendah hingga tingkat universitas semuanya GRATIS.

Leo Pahkin, konselor pendidikan dari Badan Pendidikan Nasional Finlandia mengatakan “Kami menanam investasi yang besar dibidang pendidikan dan pelatihan agar kami bisa mencetak tenaga ahli dan terampil yang nantinya menghasilkan inovasi”.

Pahkin menjelaskan, bahwa sistem pendidikan di Finlandia dibanguan atas dasar “Pendidikan Untuk Semua”. Laki-laki, perempuan, kaya, miskin, semua warga Finlandia mendapat perlakuaan sama dan didorong untuk mendapatkan kesempatan mengasah otak dan ketrampilan di lembaga pendidikan yang disediakan secara gratis. Sedangkan untuk kalangan dewasa, pemerintah Finlandia menyediakan program-program kejuruan seperti Teknologi Informasi. Tetapi program ini banyak dikhususkan bagi buruh yang tidak memiliki pendidikan dasar yang memadai.

Bukan tidak mungkin suatu saat nanti Indonesia dapat mengukir prestasi yang sama dengan finlandia atau bahkan melebihi, jika saja seluruh elemen bangsa benar-benar melakukan perbaikan2 yang cepat dan maksimal. Tentu saja dalam hal ini peran generasi muda sangatlah besar. Salah satu usaha yang dapat dilakukan mulai saat ini adalah dengan menjadi “siswa” yang berkualitas tinggi dimana menjadi pribadi yang BERTANGGUNGJAWAB, memiliki INISIATIF yang tinggi dalam mencari informasi2 yang dibutuhkan tanpa harus menunggu dan masih banyak lagi yang bisa dan harus dilakukan oleh generasi muda…

Tidak usahlah membuang-buang waktu untuk menyalahkan pihak manapun walaupun mungkin kita tahu siapa saja yang patut untuk disalahkan, lebih baik waktu yang ada digunakan untuk memperbaiki kesalahan2 yg terjadi baik pada diri sendiri maupun pada lingkungan terdekat/sekitar. Harapan itu akan senantiasa ada, jadi tidak ada sesuatu yang tidak mungkin terjadi selama bersedia untuk berusaha sekuat tenaga

<< thing globally act locally >>

Terima Kasih…..

Comments on: "Pendidikan di Hari Pendidikan" (2)

  1. si tampan said:

    nice bgt dah ni artikel…..
    thanx brad…..

  2. dwinurafandi said:

    bagus.. lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: