Terpercaya, Inovatif, Kreatif

“Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah,,”

(Q,S Shaad:27)

Apa yang terpikir saat Anda mendengar kata intan?

Intan sering dijadikan simbol keindahan, karena memang indah, banyak digunakan sebagai perhiasan. Tak hanya itu intan juga biasa dijadikan mata bor pemotong baja dan logam-logam kuat lainnya, karena sifatnya yang sangat kuat.

Tahukah Anda bahwa intan memiliki unsur penyusun yang sama dengan grafit yang kita kenal sebagai arang? Keduanya tersusun atas unsur yang benar-benar sama yaitu karbon.

Lalu apa yang terjadi dengan intan? Kenapa intan dan arang memiliki 2 sifat yang jauh berbeda? Padahal keduanya tersusun dari hal yang sama.

Yang membedakan intan dan arang adalah ikatan karbonnya. Dan yang membedakan ikatan ini adalah ‘perlakuan’ terhadap keduanya. Untuk mendapatkan susunan yang rapih dan kokoh seperti intan, perlu ditempa dengan suhu dan tekanan yang sangat tinggi (20000C & 5000 atm), dan kondisi seperti ini sangan sulit diperoleh,, hal inilah yang menyebabkan intan menjadi sangat langka dan jauh lebih tinggi nilainya dibandingkan arang, yang bisa kita dapatkan dengan mudahnya.

ada hal menarik lain lagi,,,

Ada yang pernah makan es lilin? (Hm,..sepertinya segar). Pernah memperhatikan bagaimana si penjual membekukan es nya? Apakah si penjual menggunakan freezer atau alat pendingin lain yang sudah modern untuk membuat es? Ternyata tidak. Sang penjual es lilin tersebut menggunakan garam dapur yang dicampurkan kedalam adonan es. Penambahan garam dapur itu ternyata dapat membuat es menjadi lebih cepat membeku dan lebih lama melelehnya,,  Mengapa seperti itu? Penambahan garam menyebabkan titik leleh es menjadi turun dibawah titik leleh normalnya, hal inilah yang menyebabkan es menjadi lebih sulit meleleh. Di dalam ilmu kimia, penurunan suhu yang sangat drastic di bawah titik bekunya disebut supercooling. Pada titik inilah, kisi-kisi kristal es yang indah dan kuat terbentuk.

Sahabat sekalian,,,Allah mengajarkan kepada kita lewat fenomena-fenomena alam tersebut. Lewat fenomena-fenomena yang kita pelajari di bangku kuliah, yang kita pelajari di laboratorium. Begitu juga halnya dengan fenomena intan dan garam tersebut…

Ketika kita di beri ’garam’ ujian oleh Allah, yang membuat kita lelah, penat, dan merasa  terhimpit,,, Sempat terfikirkah bahwa ‘garam’ ujian ini Allah berikan karena Allah ingin membentuk kita menjadi hambaNYa yang lebih baik,, lebih kuat, lebih indah,, sama seperti es lilin yang semakin kuat kisi kristalnya setelah diberikan garam dapur, seperti halnya intan, yang baru bisa terlihat indah, kuat dan sangat berharga setelah mendapat terpaan, panas ,dan tekanan yang begitu dahsyat. Terkadang kita tidak mau bersabar,, tidak mau menikmati masa-masa ujian itu, seringkali kita malah meninggalkan begitu saja permasalahan kita, kewajiban kita, berpaling, atau dengan sengaja mencari hal lain yang membuat kita nyaman. Padahal ketidaknyamana itulah yang akan membuat diri kita lebih berkualitas.

Seperti halnya intan dan arang,,, kualitas manusia pun bisa berbeda-beda. Allah telah memberikan kita modal dasar yang sama yaitu jasad, ruh dan akal, Ia juga memberikan bahan mentah yang sama yaitu wakktu 24 jam,,, lalu mengapa hasilnya berbeda-beda? Kembali pada ‘perlakuan’… bagaimana kita mengolah modal dasar dan bahan mentah kita, apakah kita menghendaki diri kita sekualitas intan atau arang?

Comments on: "Laboratorium 24 Jam" (1)

  1. ranidiana said:

    bener banget..y allah,,beri aku kekuatan untuk melewati ujian Mu agar aku bisa menjadi manusia yg lebih berkualitas..amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: