Terpercaya, Inovatif, Kreatif

Sungguh kenikmatan terbesar bagi seorang manusia yang telah diberikan kenikmatan untuk dapat memahami arti suatu kehidupan baginya. Sesungguhnya kenikmatan yang besar ketika berada dalam keimanan dan keislaman kita, kita harus bangga sebagai insan yang telah diberikan hidayah oleh Ilahi untuk memeluk agama yang diridhoinya, sebagaimana dalam firmanya :

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya” (QS. Annisa : 19)

Harga hidayah yang Allah swt dengan islam kita ini haruslah kita syukuri dan dijaga sebaik mungkin, hidayah ini tidaklah diberikan kepada semua manusia dan hanya diberikan kepada mereka yang mau menyadari akan fitroh mereka. Sebagimana firmannya : “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”(QS. Alqashash : 56)

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”(QS. Ibrohim : 7)

Saudaraku, sungguh sangat mahal harga dari hidayahnya. Sekarang marilah sejenak untuk berkaca diri, sudah sejauh mana kita pandai mensyukuri kenikmatan Illahi ini atau sampai saat ini kita belum melakukan apapun untuk menjaga hidayah-Nya. Cukupkah hanya dengan ibadah mahdhoh kita seperti sholat, puasa, zakat dan sebagainya? Tanpa disertai dengan perubahan kita dalam bersikap. Sekarang marilah kita tengok disekeliling kita, banyak diantara ummat islam terutama kaum muda yang tidak lagi berakhlak secara islami, mereka terlena dengan dunianya, mereka tergiur dengan kehidupan bebasnya, mereka tidak dapat mencirikan kemuslimannya, mereka merasa tidak Percaya Diri dengan dengan pakaian islaminya dan merasa bahwa itu semua akan menjauhkan mereka dari pergaulan seperti khalayak umum.

Sahabatku, islam sangat menghargai akan suatu moderinisasi asalkan hal tersebut tidak keluar dari syariatnya. Jikalau kita sadar dan memahami arti sebuah keislaman yang benar namun menirukan gaya hidup seperti sekarang maka pertanyaanya apakah dengan hal tersebut sudah menggambarkan kita sebagai insan yang bersyukur terhadap hidayah yang diberikan oleh-Nya!? Adakah seorang pegawai yang tidak memperdulikan akan peraturan yang diberikan oleh pimpinanya? Kalaupun ada pasti pegawai tersebut diperingati bahkan bisa jadi dia terusir dari perusahaan tersebut.

Saudaraku, akankah kita akan terus mengulur waktu untuk menjaga hidayah keislaman kita? Adakah diantara kita yang tahu bahwa hidayah ini akan terus tertanam dalam diri kita? Adakah kita tahu akan ajal yang akan menjemput kita? Tak seorangpun yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Akankah kita termasuk orang-orang yang akan merugi di akhirat dan mendapatkan adzabnya. Naudzubillah.

Sahabatku, masih ada waktu untuk kita kembali merenungi hakikakat dan mengartikan hidayah dari Allah swt. Mulai saat ini marilah kita menguatkan azzam (tekad) untuk melakukan perubahan diri dan membuktikan bahwa kita memang orang yang terpilih untuk mendapatkan hidayah tersebut dan menjadi insan terbaik pilihan Allah swt. ”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”(QS. Al ’Imron : 110)

Saudaraku, ingatkah apa yang dikatakan oleh Imam Ali bin Abi Tholib, beliau menegaskan ”Kalaulah bukan karena lima sikap, niscaya manusia seluruhnya menjadi shaleh. Lima sikap itu adalah merasa puas dengan kejahilan (kebodohan), ambisi yang besar terhadap dunia, kikir dengan keutamaan yang dimiliki, riya’ dalam beramal dan ujub dengan pendapatnya”. Semoga kita dijauhkan dari lima sikap tersebut. Ada suatu kaidah yang diberikan oleh Aa Gym, untuk melakukan perubahan terdiri dari tiga tahap, yaitu dengan rumus 3M :

1. Mulailah dari diri sendiri
2. Mulailah dari yang kecil
3. Mulailah dari sekarang juga

Semoga Allah swt senantiasa memberikan hidayah bagi kita semua, amin.

Wallohu ’alam bishowab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: