Terpercaya, Inovatif, Kreatif

KISAH DARI JALAN

Pagi hari ini tidak seperti pagi hari-pagi hari seperti dua minggu lalu. Pagi hari pertama masa ajaran baru sekolah. Pagi yang sepagi-paginya telah diramaikan oleh para pengguna jalan yang kebanyakan adalah anak sekolah.

Lita hanya bisa melihat pemandangan yang tidak biasa itu dipinggir jalan. Aura semangat belajar terasa menembus kulitnya mengalir deras di setiap pembuluh darahnya. Dia tidak bisa menahan lagi gejolak untuk bersekolah. Di kepalanya selalu terbayang dia mengenakan seragam putih merah seperti anak seumurnya di jalan. Bau baju baru tercium dalam benaknya. Bukan hanya baju tapi akumulasi bau baru dari sepatu, kaos kaki, tas dan kertas-kertas dari buku baru didalamnya. Dalam bayangannya dia melompat-lompat kecil ditemani teman-temannya sambil membawa tempat makanan di tangan kirinya dan agar-agar yang dibelinya di tempat jajanan anak sekolah.

Bayangannya terbuyarkan oleh suara klakson mobil yang tidak sabar untuk melaju di jalanan kota yang padat. Lita menghampiri ibunya yang sedang duduk di bawah lampu lalu lintas. Sebuah mangkuk kecil dari plastik tersimpan di depan wanita tua berkulit hitam.

“Bu. Lita pengen sekolah.” rengeknya kepada sang ibu

“Ngapain sekolah nak, emang sekolah ngasilin duit? mending kamu ngemis lagi! cari duit lagi! biar kamu bisa makan.”jawab ibunya.

” Enggak mau. Lita pengen sekolah!” rengek Lita lebih keras.

“Kamu tuh anak durhaka ya! udah berani lawan saya!” bentak ibunya. Tangannya memegangi tangan Lita dan tangan lainnya memukul pantat Lita. Lita menangis sekeras-kerasnya.

“Kamu anak kecil gak ngerti susahnya hidup. Susahnya nyari makan. Malah mau pergi sekolah.”

“Uang darimana kita. Belum biaya sekolahnya, buku, seragam, sepatu. Semuanya pake uang!” Teriak ibunya.

Lita pergi berlari meninggalkan ibunya. Dia duduk di balik tempat sampah sambil menangis. Ibunya membiarkannya sambil duduk kembali di bawah traffic light. Memasang wajah melankolisnya, wajah merayu meminta uang.

***

Lita adalah anak dengan wajah yang cantik. Kulitnya yang putih terbakar sinar matahari sehingga berwarna tidak merata di beberapa tempat. Rambutnya hitam kecoklatan. Setelah hidup di jalan selama delapan tahun sejak dia lahir, dia tak pernah mengenal rumah. Hanya pos polisi atau warung di sekitar perempatan jalan jadi tempatnya berteduh. Kadang-kadang di saat hujan dia tetap mengemis, karena semakin terlihat menderita maka semakin banyak uang yang diperolehnya. Wajahnya yang cantik dan lucu itu banyak membuat orang memberikan uang kepadanya. Ibunya menyadari omset pekerjaannya bertambah semenjak dia melahirkan Lita.

***

Setengah jam berselang dalam tangisannya di pinggir tempat sampah. Lita menghampiri ibunya sambil sesegukan. Dengan sifat keibuannya, si ibu memangku Lita di pangkuannya.

“Sini nak. Jangan nangis lagi.”

“Kalau kamu nangis, siapa yang bantu ibu nyari uang. Kalau kita enggak punya uang, mau makan apa kita hari ini.” Bujuk ibunya.

“Kamu ngemis lagi sana, kalau kita dapet uang kita bisa makan enak di rumah makan padang. Kamu mau?” tambahnya.

Lita mengangguk lalu pergi mengemis.

Lita mendekati sebuah mobil dengan tulisan “MOBIL JEMPUTAN SD KENARI TIMUR” di bagian badannya. Tangannya terjulur kepada sang sopir. Saat menjulurkan tangannya dia melihat anak-anak seusia di dalam mobil. Semuanya mengenakan seragam putih merah dengan bau baju baru yang tercium nyata di hidungnya. Bukan hanya baju tapi akumulasi bau baru dari sepatu, kaos kaki, tas dan kertas-kertas dari buku baru didalamnya. Sebagian tertawa-tawa, sebagian berbisik-bisik, sebagian lagi memandang Lita dengan wajah yang seakan-akan merasa jijik. Uang 1000 diberikan oleh si sopir ke tangan Lita. Lita tak bergerak. Tangannya tetap terjulur. Kakinya tetap berada di samping mobil. Hanya saja matanya mengeluarkan air mata. Lebih deras dari sebelumnya. Ia menangis tanpa suara.

Memperingati hari pendidikan nasional

2 Mei 2009

Comments on: "KISAH DARI JALAN" (3)

  1. ditunggu cerita2 lainnya!!!

  2. jinggaempatsatu said:

    Sip,..
    keren2,…
    Logis makin keren aja…

  3. mantap…….!!!! mana lagi nie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: